Metode Pembelajaran Terbaik Untuk Anak Kita

“Anak-anak jaman sekarang berbeda dengan kita dulu. Tidak tahu etika….! Bikin emosi saja…”

Saya hanya tersenyum menanggapi keluhan rekan ronda di atas. Tidak menolak atau mengiyakan pendapatnya. Tetapi memang, tidak hanya sekali dua kali saya mendengarkan opini yang senada di atas. Banyak orang tua yang mengalaminya.

Saya jadi teringat pengalaman saat berkunjung ke sahabat masa kecil saya, kira-kira 5 tahun lalu. Begitu masuk ke ruang tamu, beberapa saat sahabat saya mengundang istriĀ  dan anak-anaknya untuk ikut menemui saya sebagai tamunya, sekaligus mengenalkan betapa dia bangga punya sahabat seperti saya. Lalu salah satu anak laki-lakinya masuk dapur dan membuatkan kopi dan teh untuk kami semua. Dan di saat istri dan anak yang lain undur diri, justru anak laki-laki yang membuatkan minuman tadi masih diminta untuk menemani obrolan kami berdua sejenak, kurang lebih 5 menit. Sahabat saya beberapa kali ikut melibatkan anaknya dalam obrolan kami.

Setelah tinggal berdua, sambil ditemani kopi dan rokok, saya terbersit untuk menanyakan maksud dan tujuan sahabat saya tadi, mengapa meminta anaknya yang membuatkan minuman dan sejenak ikut mengobrol. Ternyata simpel. Dia ingin membiasakan anaknya untuk ikut menyambut tamu, bergantian membuatkan minuman, dan sejenak nimbrung saat memungkinkan. Dengan begitu, anaknya akan melihat sendiri, bagaimana cara ayahnya menyambut tamunya (yang kebetulan sahabat masa kecilnya), bagaimana berbasa-basi sejenak, bagaimana menjabat tangan atau merangkul sahabat, dan terlebih, bagaimana menghargai orang lain. Dan sahabat saya memberi contoh nyata, dia menghargai anaknya dengan melibatkannya dalam obrolan.

Bagi saya, pengalaman di atas sungguh luar biasa. Pantas saja, saat saya datang dan pulang, tidak perlu diajarin, anak-anaknya seperti sangat tahu etika menyambut tamu. Sebuah pembelajaran tentang hidup yang sangat tepat dan pas. Tidak perlu memberi banyak nasehat, yang biasanya akan lewat saja untuk anak jaman sekarang. Justru memberi contoh tindakan nyata, dan melibatkan anak untuk merasakannya.

Saya rasa model pembelajaran di atas tidak akan lekang oleh waktu, dan memang tepat untuk mendidik anak jaman sekarang. Maka, mari siapkan diri untuk pantas menjadi model dan panutan untuk anak-anak kita. Jika merasa belum pantas, mari terus belajarĀ  mengembangkan diri, baik dari segi pengetahuan ataupun sikap hidup.